Waterfall Gangga

saya dan teman saya melakukan surving ke gangga lombok utara - www.muliady-mper.blogspot.com.

DUPANA SMOKINK

menghisap rokok ini terasa gurih dan mantap tembakau asli pulau lombok baik untuk menghangatkan tubuh.

WATERFALL GANGGA

waktu saya datang kedua kalinya kesini - www.muliady-mper.blogspot.com.

LUK BEACH

Acara perpisahaan kami dengan kakak pembinbing PSG - www.muliady-mper.blogspot.com.

Waterfall Gangga

Memasuki sebuah GOA di dalam air terjun - www.muliady-mper.blogspot.com.

LUK BEACH

Suasana sore di pantai Luk dan menikmati sunset - www.muliady-mper.blogspot.com.

LUK BEACH

Kumpul bareng, dan ngombrol, becanda tawa - www.muliady-mper.blogspot.com.

LUK BEACH

Sedang menunggu sunset akan terbit - www.muliady-mper.blogspot.com.

Kamis, 05 Januari 2012

Perhatikan Ini Sebelum Mengatakan 'I Love You'

Banyak situasi yang membuat seorang wanita akhirnya mengatakan "aku cinta kamu" pada pasangannya. Tetapi pada beberapa kasus, ungkapan perasaan tulus tersebut justru terasa tidak tepat.

Reaksi pria saat mendengar ungkapan cinta dari pasangannya bisa lebih romantis atau justru sebaliknya. Untuk mengetahui secara detail reaksi pria terkait ungkapan cinta, ia melakukan survei 250 pria dan wanita heteroseksual.Survei berupa pertanyaan seputar ungkapan "aku cinta kamu". Termasuk pengalaman dan proses mengungkapkannya. Seperti dilansir dari Shine, hasilnya terdapat tiga perbedaan, berdasarkan perspektif pria.

1. Saat ingin mengatakan pada "Si Takut Komitmen"
Menurut Ackerman, pria yang tidak ingin memiliki hubungan serius, lebih suka mendengar ungkapan "I love you" sebelum berhubungan seks. Ia berteori karena hal itu sangat tidak romantis.


Tiga kata tersebut menurut Ackerman diterjemahkan oleh otak pria sebagai cara untuk mempercepat melakukan hubungan seksual. Jadi, tampaknya Anda harus berpikir ulang mengatakan perasaan cinta padanya.

2. Saat ingin mengatakan pada "Si Ingin Menikah"
Pria yang ingin memiliki komitmen serius dalam hubungan, lebih suka mendengar ungkapan cinta setelah bermesraan. Hal itu menandakan kalau mereka ingin kebersamaan jangka panjang. Kebalikan dari "Si takut Komitmen", pria tipe ini justru sangat senang mendengar bisikan "aku cinta kamu", setelah berhubungan seksual.

3. Saat ingin menunggu si dia yang mengucapkannya lebih dulu
Bukan masalah jika Anda tidak ingin mengungkapkannya lebih dulu. Wanita memang cenderung menunggu ungkapan cinta pria, meskipun sudah menjalin hubungan cukup lama.

Meskipun hasil survei menunjukan 64 persen percaya bahwa kebanyakan wanita yang memulai pembicaraan. Tetapi menurut Ackerman, secara keseluruhan pria lah yang mengungkapkannya lebih dulu.

10 Gangguan Tidur yang Paling Menakutkan

Tidur seharusnya menjadi waktu yang damai dan rileks. Tapi bagi sebagian orang yang mengalami gangguan tidur, tidur bisa menjadi hal yang menakutkan. Apa saja gangguan tidur yang menakutkan? Berikut ini 10 gangguan tidur yang dianggap menakutkan bagi penderitanya.



1. Gangguan Mimpi Buruk

Orang dengan gangguan mimpi buruk sering terbangun dengan keringat dingin dan kenangan buruk dalam mimpi yang mengerikan. Hal ini juga akan mengganggu kualitas hidupnya. Karena sebagian dari mereka mungkin takut untuk tidur.

Stres dan kurang tidur adalah pemicu utama mimpi buruk. Menurut American Sleep Association (ASA) beberapa obat juga dapat memicu mimpi buruk. Pada kasus yang berat, konseling atau obat penenang mungkin diperlukan untuk meredakan kecemasan yang mendasari mimpi buruk.

2. Tidur Sambil Berjalan (Sleepwalking)

Sekitar 15 persen orang dewasa kadang-kadang terbangun dan berjalan seenaknya di sekitar rumah masih dalam keadaan tidur. Pada anak-anak, jumlahnya bahkan lebih tinggi.

Sleepwalking bisa dipicu oleh stres, tidur tidak nyenyak, dan genetika. Orang yang tidur sambil berjalan dapat melakukan apa saja. Mereka mengerti arah, dapat memindahkan perabot atau membuka pintu.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2003 dalam jurnal Molecular Psychiatry, menemukan bahwa 19 persen orang dewasa yang berjalan dalam tidur terluka saat melakukan serangan malam mereka.

Jatuh merupakan bahaya terbesar, jadi jika Anda punya kebiasaan mengigau dan berjalan saat tidur, para ahli menyarankan Anda memindahkan kabel listrik dan jauhkan tempat tidur dari tangga


3. Teror Malam

Berteriak, meronta-ronta, panik, dan mondar-mandir adalah gejala orang yang mengalami teror malam. Tidak seperti mimpi buruk yang terjadi selama tidur, teror malam terjadi biasanya terjadi di awal malam. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak. Orang yang mengalami teror malam tiba-tiba akan duduk tegak, mata terbuka, meskipun sebenarnya mereka tak melakukan pandangan.

Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi demam, tidur tidak teratur dan stres dapat memicu teror malam. Untungnya menurutnya ASA, teror malam akan berkurang seiring usia.


4. Halusinasi Mengantuk

Kita biasa melihat hal-hal aneh dalam mimpi. Tapi bagaimana jika kita melihatnya saat sedang tidak bermimpi? Ini disebut dengan hypnagogic hallucination yang terjadi selama transisi dari bangun tidur. Orang yang mengalami hypnagogic hallucination biasanya mendengar suara-suara atau melihat hal-hal aneh di kamar mereka.


5. Sindrom Kepala Meledak (Exploding Head Syndrome)

Sindrom kepala meledak tidak benar-benar meledakkan kepala. Gangguan ini terjadi selama tidur nyenyak, ketika orang tiba-tiba bangun dengan terkejut oleh suara keras dan tajam.

Tidak ada rasa sakit atau bahaya yang terjadi pada sindrom ini. Penyebab pasti sindrom kepala meledak pun belum diketahui, tapi diyakini hal ini terkait dengan penyakit serius.


6. Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak. Ini kelumpuhan sementara, meskipun kadang-kadang kelumpuhan tetap ada bahkan setelah orang terbangun. Biasanya kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa ditindih dan tercekik.


7. Perilaku gangguan REM (Rapid-Eye-Movement)

Gangguan perilaku tidur REM terjadi paling sering pada orang dewasa yang lebih tua, dan dapat merupakan gejala penyakit Parkinson, gangguan neurologis degeneratif.


8. Gangguan tidur yang berhubungan dengan makanan

Orang dengan gangguan ini akan makan pada saat malam hari. Biasanya orang yang mengalami ini akan kehilangan sedikit memori di keesokan harinya. Beberapa kasus cukup membahayakan, karena mereka bisa saja menggunakan pisau atau menyalakan kompor.


9. Seksomnia

Seksomnia atau atau Sexual Behaviour in Sleep (SBS) adalah kebiasaan seksual yang terjadi ketika seseorang sedang tidur. Seksomnia dapat mengganggu (erangan seksual yang keras), berbahaya (masturbasi merugikan) atau bahkan kriminal (kekerasan seksual atau pemerkosaan).


10. Insomnia

Insomnia adalah kesulitan atau ketidakmampuan untuk tidur nyenyak. Hal ini dapat menyebabkan iritasi dan kurangnya konsentrasi pada siang hari, dan jangka panjang kurang tidur dapat benar-benar berbahaya. Kurang tidur telah dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi dan serangan jantung, di antara gejala buruk lainnya.

Rabu, 04 Januari 2012

KOMUNIKASI dan RITUAL WETU TELU

Sampai saat ini, komunitas waktu Telu terletak dikawasan Tanjung dan beberapa desa di kecamatan Bayan seperti Loloan, Anyar, Akar-akar, dan Mumbul Sari. Sedangkan dusun-dusunnya memusat di Senaru, Barung Birak, Jeruk Manis, Dasan Tutul, Nangka Rempek, Semongka dan Lendang Jeliti. Bahkan sisa-sisa kepercayaan kepada suatu benda masih tersisa sampai sekarang.
Pada prisipnya bentuk ritual Wetu Telu dapat disederhanakan kedalam dua bentuk perwujudan yaitu: 
1. penghormatan terhadap Roh
Keyakinan komunitas Islam Wetu Telu adalah percaya kepada mahluk halus yang bersemayam pada benda mati atau benda tertentu atau memiliki kekuatan di hadapkan kekuatan Tuhan. Menyangkut Roh leluhur, mereka percaya bahwa Adam dan Hawa merupakan asal usul nenek moyang kita.

Untuk penghormatan terhadap leluhur yang terdahulu mereka memperlakukannya secara berlebihan. Mereka beranggapan bahwa kuburannya sebagai makam keramat sedangkan dari kelompok-kelompok yang terakhir mereka kuburkan di pemakaman biasa. 

2. penyelenggaraan Upacara Tertentu

Banyak bentuk ritual yang dihayati dan dijalankan oleh komunitas Islam Wetu Telu, antara lain: 

>. Perayaan Hari Besar Islam

Perayaan Hari Besar Islam bukan hanya dilakukan oleh masyarakat islam dari kalangan Ahlussunnah Waljamaah, akan tetapi perayaan Hari Besar Islam dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat Islam Wetu Telu. Perayaan-perayaan tersebut dilakukan untuk mengenang kembali dan mengambil nilai-nilai yang positif.

Adapun bentuk-bentuk upacara Islam Wetu Telu seperti: 

*. Roah Wulan dilaksanakan pada bulan Sya’ban 

*. Selamatan Qunut dilaksanakan pada bulan Ramadhan 

*. Maleman Likuran dilaksanakan pada bulan Ramadhan 

*. Malaman Fitrah dilaksanakan pada bulan Ramadhan 

*. Lebaran Topat dilaksanakan pada bulan Syawal 

*. Qulhu Sataq dilaksanakan pada bulan Syawal 

*. Selamatan Bubur Putiq dilaksanakan pada bulan Syafar 

*. Selamatan Bubur Abang dilaksanakan pada bulan Syafar 

*. Ngangkat Syare’at Maulud dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal 

*. Teq Berat Isra’ Mikraj dilaksanakan pada bulan Rajab. 

>. Upacara Peralihan Individu

Upacara Peralihan Individual dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur dan terhadap akan menemukan perjalanan hidup yang lebih baik. Perjalanan hidup yang dimaksudkan adalah perjalanan ketika masih hidup di dunia maupun dihari kemudian.

Upacara yang terkait dengan seseorang atau individu yang dilaksanakan pada waktu masih hidup disebut gawe urip sedangkan upacara ritual yang dilaksanakan setelah orang tersebut meninggal dunia disebut gawe pati.

1. Gawe Urip

*. Buang au (upacara kelahiran)

*. Ngurisang (potong rambut) pertama

*. Molang malik

*. Nginatang (sunatan)

*. Merosok (meratakan gigi)

*. Merariq

*. Saur sesangi (memenuhi sumpah)

*. Roah bale

2. Gawe Pati

*. Selamatan nyusut tanaq (pemakaman)

*. Nelung (ritual hari ketiga)

*. Mituq (ritual hari ketujuh)

*. Nyiwaq (ritual hari kesembilan)

*. Matang puluh (ritual hari keempat puluh)

*. Nyatus (ritual hari keseratus)

*. Nyiu (ritual hari keseribu)

*. Naonin (ritual pada hari kematian) selamatan mengasuh. 

>. Upacara Siklus Tanam

Banyak ritual yang dilakukan pada waktu melangsungkan proses menanam suatu jenis tumbuhan yang disebut adat bonga padi. Upacara ini dilakukan sebagai rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa dan berharap agar segala sesuatu jernih payah pada waktu menanam dapat lebih bermanfaat. Prosesi atau ritual ini merupakan salah satu bentuk aplikasi masyarakat islam wetu telu dalam pengelolaan sumber daya alam.

Bentuk-bentuk upacara adat seperti itu disebut adat bunga padi. Adat tersebut dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan musim tanam atau kalender yang telah ditentukan dalam system penanggalan. Adapun bentuk-bentuk adat bonga padi antara lain:

*. Ngaji makam Turun Bibit

*. Ngaji makam tunas setamba

*. Ngaji makam ngaturang ulak kaya

*. Nyelametang pare

*. Ngaji ngerangkep

*. Rowah sambi

*. Rowah gelang

*. Selamatang kuta (lawang desa)

*. Selamatan obor (subar)

Untuk pelaksanaan setiap upacara tersebut khususnya untuk adat bonga padi dilakukan dengan memakai kalender Islam (Tahun Hijriah) tetapi juga menggunakan pola dan system penghitungan kalender Islam Wetu Telu. Kalender tersebut mengenal siklus 8 tahunan, 12 bulanan, dan 7 hari dalam seminggu, dengan nama tahun-tanun alif, dan seterusnya.

Adat Sasak

Dalam siklus kehidupan manusia, peristiwa kematian merupakan akhir kehidupan seseorang didunia. Masyarakat menyakini kehidupan lain setelah kematian. Di beberapa kelompok masyarakat di lakukan persiapan bagi si mati. Salah satu peristiwa yang harus dilakukan adalah penguburan. Penguburan meliputi perawatan mayat termasuk membersihkan, merapikan, atau pengawetan mayat. 
Upacara adat kematian yang dilaksanakan sebelum acara penguburan meliputi beberapa tahapan yaitu: 1. BELANGAR 
Masyarakat Sasak Lombok pada umumnya menganut agama Islam sehingga setiap ada yang meninggal ada beberapa proses yang dilalui. Pertama kali yang dilakukan adalah memukul beduk dengan irama pukulan yang panjang. Hal ini sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada salah seorang warga yang meninggal. Setelah itu maka masyarakat berdatangan baik dari desa tersebut atau desa-desa yang lain yang masih dinyatakan ada hubungan famili, kerabat persahabatan dan handai taulan. Kedatangan masyarakat ketempat acara kematian tersebut disebut langar (melayat). 
Tradisi belangar bertujuan untuk menghibur teman, sahabat yang ditinggalkan mati oleh keluarganya, mereka biasanya membawa beras seadanya guna membantu meringankan beban yang terkena musibah. 
2. MEMANDIKAN 
Dalam pelaksanaannya, apabila yang meninggal laki-laki maka yang harus memandikannya adalah laki-laki, begitu sebaliknya. Perlakuan kepada orang yang meninggal tidak dibedakan meskipun dari segi usia yang meninggal itu baru berumur sehari. Adapun yang memandikan itu tokoh agama setempat. Adapun macam air yang digunakan adalah air sumur. Setelah dimandikan, mayat dibungkuskan pada acara ini, biasanya si mayit ditaburi keratan kayu cendana atau cecame. 
3. BETUKAQ (PENGUBURAN) 
Adapun acara-acara yang dilaksanakan sebelum penguburan meliputi beberapa persiapan yaitu: 
A. setelah seseorang dinyatakan meninggal maka orang tersebut dihadapkan ke kiblat. Di ruang tempat orang meninggal dibakar kemenyan dan di pasangi langit-langit (bebaoq) dengan menggunakan kain putih (selempuri) dan kain tersebut baru boleh dibuka setelah hari kesembilan meninggalnya orang tersebut. Selesai dibungkus si mayat disalatkan dirumah oleh keluargannya sebagai shalat pelepasan, lalu dibawa kemasjid atau musala. 
B. pada hari tersebut (jelo mate) diadakan unjuran sebagai penyusuran bumi (penghormatan bagi orang yang meninggal dan akan dimasukkan kedalam kubur), untuk itu perlu penyembelehan hewan sebagai tumbal. 
4. NELUNG DAN MITUQ 
Upacara ini dilakukan keluarga untuk doa keselamatan arwah yang meninggal dengan harapan dapat diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa selain itu keluarga yang ditinggalkan tabah menerima kenyataan dan cobaan. Selanjut diikuti dengan upacara nyiwaq dan begawe dengan persiapan sebagai berikut: 
A. mengumpulkan kayu bakar. Kayu biasanya dipersiapkan pada hari nelung (hari ketiga) dan mitu (hari ketujuh) dengan acara berebaq kayu (menebang pohon). 
B. pembuatan tetaring, terbuat dari daun kelapa yang dianyam dan digunakan sebagai tempat para tamu undangan (temue) duduk bersila. 
C. penyerahan bahan-bahan begawe, penyerahan dari epen gawe (yang punya gawe) kepada inaq gawe. Penyerahan ini dilakukan pada hari mituq. 
D. dulang inggas dingari, disajikan kepada penghulu atau Kyai yang menyatakan orang tersebut meninggal dunia. Dulang inggas dingari ini harus disajikan tengah malam kesembilan hari meninggal dengan maksud bahwa pemberitahuan bahwa besok hari diadakan upacara Sembilan hari. 
E. dulang penamat, adapun maksudnya symbol hak milik dari orang yang meninggal semasa hidupnya harus diserahkan secara sukarela kepada orang yang berhak mendapatkannya. Kemudian semua keluarga dan undangan dipinpin oleh Kyai melakukan doa selamatan untuk arwah yang meninggal agar diterima Tuhan yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan kepergiannya. 
F. dulang talet Mesan (penempatan Batu Nisan) dimasudkan sebagai dulang yang diisi dengan nasi putih, lauk berupa burung merpati dan beberapa jenis jajan untuk dipergunakan sebelum nisan dipasang oleh Kyai yang memimpin doa yang kemudian dulang ini dibagikan kepada orang yang ikut serta pada saat itu. Setelah berakhirnya upacara ini selesailah upacara nyiwaq.

Kecil jadi kawan,besar jadi lawan

Kecil jadi kawan, besar jadi lawan. Kalimat tersebut sudah sering terdengar oleh kita, bahkan mulai sejak kita masih kecil dulu. Ya, istilah tersebut semacam semboyan yang digunakan banyak pihak untuk menggambarkan wujud API. Tentu saja, jika kecil api adalah kawan. Namun jika besar, tentu saja akan merusak dan harus kita padamkan.


Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan

Seharusnya istilah di atas benar-benar dipahami sebagaimana mestinya oleh setiap orang. Hal tersebut sangat relevan sebagai tindakan pencegahan kebakaran. Lihat saja, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat kebakaran yang cukup tinggi. Dalam satu minggu, berbagai berita kebakaran silih berganti ditayangkan di stasiun berita nasional dan swasta, namun sepertinya kejadian ini tidak mendatangkan pelajaran yang berarti bagi pihak lain untuk melakukan gerakan anti kebakaran yang semestinya.

Maka, sehubungan dengan concern tersebut, TambahWawasan.com akan
berbagi informasi berupa tips yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita masing-masing. Sekali lagi, ingat kelimat: Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan.

Tips mencegah kebakaran

Menyikapi istilah tersebut di atas: kecil jadi kawan, besar jadi lawan, maka lebih baik kita melakukan langkah pencegahan agar api tidak benar-benar menjadi lawan kita. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

Waspada terhadap penerangan yang menggunakan api

Jika Anda menggunakan alat penerangan yang mengandung unsur api, seperti lilin, petromaks dan jenis lainnya, maka jangan pernah lalai untuk mengawasinya. Jenis ini masih merupakan faktor penyebab kebakaran yang cukup dominan di Indonesia. Umumnya jika sedang terjadi pemadaman listrik.

Perhatikan Anak-anak dan Lansia

Jauhkan benda-benda yang berpotensi menghasilkan api dari jangkauan anak-anak dan lansia. Setidaknya, anak-anak dan lansia selalu berada dekat dengan orang dewasa, demi mencegah terbentuknya percikan api kecil yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Rawat dan awasi perangkat listrik dan perangkat api lainnya

Periksa selalu peralatan-peralatan rumah tangga seperti kompor minyak atau gas, kulkas, setrika, dan yang lainnya. Jangan lupa juga untuk mengecek jaringan listrik di rumah. Pastikan bahwa semua dalam keadaan aman dan tidak berpotensi menghasilkan korsleting, yang tentunya akan menghasilkan api.

Siapkan perangkat pemadam kebakaran ringan

Ya. Ini juga sangat penting. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menyangkut api, segera padamkan dengan pemadam kebakaran ringan yang telah Anda siapkan. Api yang masih kecil tentu mudah untuk dijinakkan dan akan mencegah kerugian-kerugian lainnya yang sangat tidak kita inginkan.

Sosialisasi dan pembinaan tentang kebakaran

Berikan penyuluhan kepada seluruh anggota keluarga, pegawai/karyawan kantor, siswa guru sekolah, buruh pabrik, dan sebagainya mengenai penanganan bencana kebakaran yang bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja agar ketika terjadi kebakaran mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan. Beritahu nomor telepon polisi dan pemadam kebakaran lokal dan sentral.

Waspada lingkungan sekitar

Mencegah tentu saja lebih baik. Perhatikan lingkungan di kawasan tempat Anda tinggal, dan ingatkan jika ada tindakan atau keadaan yang bisa memicu terjadinya kebakaran pada orang-orang di lingkungan Anda.

Itulah tadi beberapa tips ringan namun sangat bermanfaat. Dengan hal tersebut tentu akan menyelamatkan banyak hal dalam kehidupan kita. Kebakaran dapat dicegah. Ingat!
Kecil jadi kawan, besar jadi lawan. So, jangan tunggu hingga si jago merah membesar! Semoga bisa menambah wawasan kita semua..

Bage'an

BAGE’AN

Permainan dengan menggunakan tulang asam. Dua belah pihak yang mengeluarkan biji asam yang sama jumblahnya, kemudian di masukkan kedalam lubang yang sudah di buat berbentuk silinder dengan ke dalaman sesuai keinginan atau jumblah biji asam yang dikeluarkan. Untuk memulai pertandingan kedua belah pihak melakukan undian. Pihak yang menang akan melakukan pukulan ke seluruh biji asam yang terdapat dalam lubang silinder dengan biji asam yang lebih besar sebagai katu’. Jika katu’ dapat mengelurkan biji asam di dalam silinder sedangkan katu’ tertinggal di dalam silinder, maka seluruh biji asam yang ada didalam silinder boleh di ambil.

SESENGGAK SASAK

Aiq nyereng, tujung tilah, empaq bau 
Arti harfiah: nggambarang dengan bersifat adil


Terjemahan bebas: air tetap jernih, teratai tetap utuh, dan ikan pun tertangkap 
Makan: peribahasa ini mengandung makna dalam sebuah keputusan haruslah diambil dengan adil dan bijaksana sehingga tidak merugikan pihak manapun juga. Makna digambarkan dengan keadaan sebuah kolam yang berkomponen air, teratai, dan ikan.
Air yang tetap jernih melambangkan ketenangan, teratai tetap utuh melambangkan tidak ada kerusakan karena keributan, dan ikan tertangkap  keberhasilan yang diperoleh, dalam hal ini berupa keputusan yang diterapkan dari hasil musyawarah.
2.  Aiq nyereng, tunjung tilah, empaq bau
3.  Alus-alus taih jaran
4.  Bantel endaraq isi
5.  Banteng belaga jerami rebaq
6.  Bau besi bau asaq
7.  Bergantung leq bulu Seurat
Cengiq doang maraq komak siong
9.       Kalah-kalah sokta menang
10.   Telinga lendong mata tambah
11.   Manis-manis tanduran gunung
12.   Manis-manis buaq ara, pedis pait rasan nasiq
13.   Manuq mate beromboq taroq
14.   Maraq anak manok ngenangne leq inana
15.   Maraq batu lawan teloq
16.   Maraq bembeq takut aiq
17.   Maraq jaren ngaken bandana
18.   Maraq manok bayar awis
19.   Maraq miong mete begang
20.   Maraq sampi lepas
21.   Maraq sawaq wah memelot
22.   Yakna toang langit bedah
23.   No ngentut no nanai
24.   Nyenyuit leq jarem
25.   Belagaq-lagaq lekong belak
26.   Peta hati ilang kemulan
27.   Romboq-romboq lek paeq
28.   Jari-jari menik bekerem
29.   Semakanta ngajar betok ngoncer
30.   Semakanta yorong montor mate
31.   Taloante menang perasaq